MAKALAH PERILAKU MANAGER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Muhamad Yusron

Disusun oleh :
Nama : Muhamad Yusron
Jurusan : Manajemen
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Banten

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Tidak dapat dipungkiri dunia bisnis dalam era global ini dihadapkan pada proses perubahan yang begitu cepat dan rumit. untuk itu kebutuhan akan perubahan yang dinamis dalam berbagai hal seperti visi, misi, tujuan dan sistem berpikir menjadi hal pokok yang harus dimiliki perusahaan. dalam konteks organisasi belajar, setiap individu organisasi bisnis harus memiliki komitmen dan kapasitas untuk belajar pada setiap tingkat apapun dalam perusahaannya. dengan kata lain setiap pekerjaan harus mengandung unsur pembelajaran yang semakin aktif.

Sebagai manager, dia bersama karyawan seharusnya terdorong untuk selalu melakukan kajian dengan menghasilkan gagasan-gagasan baru dan mengkontribusikannya pada perusahaan. sikap manager yang mungkin selama ini begitu toleran terhadap setiap kesalahan karyawan manager patut diubah. manager harus mengambil posisi untuk mencegah terjadinya resiko besar dari suatu kesalahan kerja. memang suatu ke berhasilan biasanya didasarkan…

Lihat pos aslinya 3.714 kata lagi

Iklan
MAKALAH PERILAKU MANAGER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Hasil Undian Babak 16 Besar Liga Champions UEFA 2014/2015

Aneka Info Unik

Hasil lengkap drawing perdelapanfinal liga Champion 2014-2015 Hasil lengkap drawing perdelapanfinal liga Champion 2014-2015

Hasil drawing babak 16 besar Liga Champions Eropa yang dilakukan di Nyon, Senin (15/12/2014) sore WIB ini mempertemukan Real Madrid dengan lawan yang mudah di atas kertas, yaitu Schalke. Duel lain yang tercipta adalah pertemuan Manchester City dengan Barcelona.

Demikian hasil drawing yang dilakukan di Nyon, Senin (15/12/2014) sore WIB ini. Madrid yang berstatus juara bertahan dan tampil sempurna di fase grup dengan meraih 100% kemenangan akan jauh lebih diunggulkan di atas Schalke 04, yang lolos sebagai runner up Grup G.

Kandidat kuat juara lainnya, Bayern Munich, juga dapat lawan yang relatif mudah. Anak asuh Josep Guardiola akan ditantang oleh Shakhtar Donetsk. Bersusah payah untuk lolos dari fase grup, Manchester City kembali dihadang laga menyulitkan di 16 Besar. Skuat besutan Manuel Pellegrini harus berhadapan dengan Barcelona.

Hasil drawing lainnya mempertemukan Paris Saint Germain dengan Chelsea. Sementara satu wakil Inggris lainnya, Arsenal, bertemu AS…

Lihat pos aslinya 94 kata lagi

Hasil Undian Babak 16 Besar Liga Champions UEFA 2014/2015

The Years of Lithium Dangerously

Bahaya baterai Li Ion

Jika anda mendapatkan pertanyaan apa itu Li Ion (Lithium Ion), apakah bermanfaat bagi anda dan apa bahanaya ? Mungkin cukup banyak yang akan menggelengkan kepalanya. Tidak tahu atau tidak terlalu peduli. Namun Vaksincom menyarankan anda untuk sedikit mau tahu dan peduli karena Li Ion merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari diri anda, setiap hari anda bawa-bawa dan banyak yang tidak bisa hidup tanpa Li Ion. Alasannya adalah karena Li Ion adalah baterai isi ulang yang digunakan oleh mayoritas telepon selular, tablet dan laptop. Setiap tahun 2 milyar sel baterai Li Ion di produksi. Li Ion digunakan karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan bahan lain seperti Ni Cd (Nickel Cadmium) seperti memiliki kapasitas yang lebih besar, tidak ada memori effect, lebih bersahabat dengan lingkungan karena tidak mengandung bahan beracun dibandingkan baterai lainnya dan masa penyimpanan daya yang lebih lama. Karena banyaknya keunggulan yang dimilikinya, penggunaan baterai Li Ion ini sangat populer dan digunakan baik untuk smartphone, tablet, laptop dampai mobil hybrid. Namun, di balik banyaknya keunggulan yang dimiliki oleh Li Ion, terkandung potensi bahaya yang cukup besar dan baterai Li Ion dapat membahayakan pemakainya karena mengandung bahan yang mudah terbakar dan bertekanan tinggi.

Jika anda takut memangku laptop karena karena panas berlebih yang bisa menyebabkan bagian tubuh tertentu yang melepuh karena panas yang berlebih, tetapi anda tenang-tenang saja melakukan pembicaraan dengan HP anda sambil melakukan pengisian daya HP tersebut baik dari sumber daya listrik atau portable charger, mungkin ada baiknya anda mengubah kebiasaan anda, khususnya dalam menangani perangkat elektronik yang sedang di isi dayanya (charging).

Lithium Ion dan bahayanya

Lithium Ion adalah umum dalam barang-barang elektronik konsumer dan jenis baterai isi ulang (rechargeable) paling populer pada alat elektronik portabel. Penyebab utamanya adalah karena keunggulan yang dimiliki oleh Lithium Ion dibandingkan baterai lainnya :

  • Memiliki densitas energi terbaik dibandingkan baterai lainnya.

  • Tidak ada memory effect seperti yang dialami oleh baterai berbasis Nickel.

  • Tingkat kehilangan daya yang kecil jika disimpan untuk jangka waktu lama.

  • Tidak mengandung bahan beracun seperti timah, merkuri atau kadmium yang berbahaya bagi lingkungan.

Karena tuntutan konsumen atas baterai yang makin kecil dengan daya yang makin tinggi, maka proses produksi Li Ion mengalami penyesuaian sehingga kemampuan baterai Li Ion pada saat ini meningkat 2 kali lipat dibandingkan pada saat pertama kali diperkenalkan oleh Sony pada tahun 1991. Namun hal ini mengandung konsekuensi lain dimana efisiensi ini dicapai dengan bahan pembatas baterai yang makin tipis dimana proses pembuatan baterai harus dilakukan dengan sempurna dan jika terjadi intrusi oleh debu metalik akan menyebabkan baterai meledak. Selain itu, Li Ion juga rentan terhadap thermal runaway, suatu proses peningkatan suhu yang luarbiasa sampai mencapai titik leleh Lithium jika suhu baterai mencapai satu suhu tertentu (130 derajat Celcius). Thermal runaway ini dapat terjadi karena penanganan baterai yang tidak baik atau karena cacat pada proses manufaktur dan akumulasi partikel mikro pada baterai cacat produksi pada saat pengisian baterai yang akan memicu reaksi terbakarnya baterai. http://cen.acs.org/articles/91/i6/Assessing-Safety-Lithium-Ion-Batteries.html

Selain itu, sel baterai juga bisa meledak jika sistem ventilasi pengaman tidak berjalan dengan baik. Kasus baterai yang meledak bukan tidak mungkin terjadi dan banyak produsen elektronik seperti Apple, HP, Toshiba, Lenovo dan Sony melakukan recall besar-besaran atas produk mereka karena bahaya baterai Li Ion yang meledak. Dalam dunia penerbangan, kasus kebakaran yang terjadi pada pesawat kargo UPS yang membawa paket baterai Li Ion menyebabkan dua pilotnya meninggal 3 September 2010 menyebabkan IATA memberlakukan aturan baru dalam pembatasan membawa kargo bateraihttp://www.iata.org/whatwedo/cargo/dgr/Pages/lithium-battery-change.aspx.

Namun, anda jangan buru-buru meninggalkan smartphone atau laptop anda (kalau menjaga jarak saja sih boleh dan di sarankan, khususnya ketika sedang di charge) karena sebenarnya produsen baterai Lithium Ion sebenarnya sudah menyadari bahaya baterai Li Ion ini dan melakukan langkah-langkah preventif pengamanan dalam proses manufaktur baterai Li Ion seperti :

  • Membatasi jumlah material aktif untuk mencapai perbandingan terbaik antara densitas energi dengan keamanan.

  • Menerapkan mekanisme pengamanan antar sel.

  • Tambahan sirkuit pengaman elektronik pada baterai.

Sebagai catatan, sekalipun proses manufakturing dan pengamanan baterai yang sangat ketat sudah dilakukan, hal ini hanya efektif jika ancaman datang dari luar, seperti korsleting atau charger yang bermasalah. Dalam kasus ini, baterai Li Ion akan mematikan dirinya jika terjadi korsleting. Namun, jika terjadi cacat produksi, dimana ada partikel metal terkandung pada baterai dalam proses produksi, pengamanan yang dilakukan tadi di atas tidak akan ada gunanya dan thermal runaway akan tetap terjadi.

Resiko yang sebenarnya dan bagaimana menyikapinya

Setelah melihat kegunaan, bahaya dan langkah pengamanan produksi yang dilakukan oleh produsen baterai Li Ion, tentunya kita tidak bisa serta merta memvonis kalau Li Lion itu berbahaya dan berpindah ke lain hati, karena kenyataannya Li Ion merupakan satu-satunya baterai isi ulang yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan baterai lainnya dan hitung-hitungan resikonya lebih kecil dibandingkan manfaat yang diberikannya dengan catatan asalkan proses manufakturnya dilakukan dengan baik dan penggunanya tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan bahaya yang disebabkan oleh baterai Li Ion.

Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran adalah produsen yang mengutamakan harga murah, kecenderungan yang akan terjadi adalah standar pengamanan yang tinggi akan diturunkan demi persaingan dengan merek yang lebih terkenal. Sebaiknya memilih baterai dari produsen yang lebih anda kenal daripada asal pilih yang murah saja.

Jika baterai Li Ion yang anda beli diproduksi dengan benar oleh manufaktur baterai yang mengikuti proses manufaktur baterai, maka resiko kegagalan Li Ion sangat kecil. 1 : 10.000.000. Karena itulah pemilihan vendor pembuat baterai yang terpercaya merupakan salah satu hal yang perlu anda perhatikan dalam menggunakan baterai Li Ion ini. Jika anda membeli perangkat elektronik dari vendor terpercaya dan terkenal kemungkinan hal ini sudah dipertimbangkan oleh pemilik merek. Namun satu hal yang harus anda perhatikan adalah ketika anda membeli asesoris khususnya baterai seperti baterai handphone cadangan atau portable charger. Pastikan kalau baterai yang anda beli dijual oleh produsen yang menjalankan proses manufaktur yang baik, lebih baik lagi kalau anda bisa mengetahui merek dari sel baterai yang digunakan dan keaslian baterai. Tidak ada cara mendeteksi cacat produksi karena partikel metalik yang terkandung dalam cacat produksi dalam baterai cacat produksi yang menyebabkan Thermal runaway sangat kecil dan tidak kasat mata. Yang dapat anda lakukan adalah ekstra hati-hati dalam penanganan baterai, khususnya ketika sedang di isi ulang. Jangan simpan smartphone yang sedang di isi ulang dekat bahan yang mudah terbakar seperti dekat buku, kasur, bantal apalagi dekat kepala anda, meskipun anda sedang menunggu BBM dari pacar …….. ditinggal tidur lagi :).

Dibawah ini beberapa tips dari Vaksincom untuk menangani baterai smartphone, tablet dan notebook anda dengan baik :

  • Jangan melakukan charging di dekat bahan yang mudah terbakar, seperti kasur / ranjang, apalagi bensin.

  • Hindari menelepon ketika sedang di charge, kalau terpaksa selalu waspada dengan perubahan suhu tinggi yang cepat dan segera jauhkan dari anggota badan anda (dan orang lain) jika terjadi.

  • Jika merasakan panas berlebih pada perangkat khususnya ketika sedang di charge, SEGERA lepaskan perangkat dari charger dari listrik kalau tidak memungkinkan, menjauh dari perangkat anda.

  • Berbeda dengan Nickel based battery, Li Ion tidak memiliki memory effect dan justru akan memperpendek usia baterai jika digunakan sampai habis (discharge / deep discharge). Segera charge baterai anda jika sudah mencapai daya 25 %. Dalam kasus tertentu, deep discharge bisa menyebabkan short circiut.

  • Hindari menyimpan peralatan elektronik (baterai) anda pada paparan panas tinggi seperti dashboard mobil yang terpapar sinar matahari atau terkena paparan langsung sinar matahari.

  • Hindari menggunakan charger non standar yang tidak sesuai spesifikasi kecuali anda mengerti dengan baik daya yang dihasilkan oleh charger cocok dengan perangkat anda. Penggunaan charger non standar bisa mengakibatkan rusaknya rangkaian pengaman baterai.

  • Fast charger dengan voltase tinggi memperpendek umur baterai anda. Charger dengan voltase terlalu tinggi (> 4,2 V/cell) dapat merusak baterai dan berbahaya.

  • Sumber:http://vaksin.com/2013/0713/lithium%20ion/lithium%20Ion.html
The Years of Lithium Dangerously

Menggunakan prinsip “5M+2”

ilmu SDM

Dalam tulisan terdahulu, sudah dijelaskan mengenai menggunakan prinsip 5W (5 Whys) dalam menganalisa dan menemukan akar masalah dari suatu masalah. Setelah akar masalah ditemukan, bukan berarti harus di’diamkan’ atau dipetieskan, namun langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah mengkategorikan akar masalah tersebut termasuk di bagian apa. Ini diperlukan karena kategori yang berbeda, memerlukan pendekatan penyelesaian (approach) yang berbeda bula. 

Pengkategorian atau pengklasifikasian akar masalah tersebut dapat menggunakan model Diagram Tulang ikan (fishbone diagram) atau biasa disebut Ishikawa. Ini sebenarnya merupakan diagram sebab-akibat, yakni karena sebab ”x” maka mengakibatkan ”y”. Pada awalnya, sebagai alat quality management tools, hanya mengenal 5 (lima) kategori yakni : Manpower, Machine, Method, Material, Media. Tetapi dengan perkembangan manajemen lebih lanjut, ditambahkan kategori Motivation (soft competency) dan Money (Uang). Di beberapa pakar manajemen, kadang memasukkan motivation ini tetap di dalam kategori Manpower,  dan Money ke dalam…

Lihat pos aslinya 305 kata lagi

Menggunakan prinsip “5M+2”

Berpikir analitis dengan pendekatan saintis – Analysis (4)

ilmu SDM

Langkah berikut setelah mendapatkan fakta (Collecting Facts) adalah untuk mendapatkan ’pengertian’ informasi yang telah dikumpulkan pada proses sebelumnya. 

Ada berbagai macam teknik analisa (analytical tools) yang dapat digunakan pada proses ini untuk memahami problem / masalah tersebut. Berikut adalah analytical tools yang bisa digunakan : 

PertanyaanTools
Apa sebenarnya issue yang paling penting ?Pareto Diagram
Pada bagian apa kinerja kita paling lemah?Benchmarking
Apa kompetensi inti dari Client?SWOT Analysis
Apa faktor yang paling mempengaruhi problem?Force Field Analysis

Langkah penting yang berurutan dalam melakukan analisa adalah : 

  1. Pastikan bahwa anda benar-benar mengetahui problem apa yang akan anda selesaikan ! . Buatlah dengan jelas problem  atau pertanyaan agar analisa bisa dilakukan dengan tepat. 
  2. Cocokkan dan sesuaikan pertanyaan atau issue terkait dengan analytical tools yang tepat.
  3. Saat anda sudah menyesuaikan dan mencocokkan analytical tools dengan pertanyaan dan issue, segera keluar…

Lihat pos aslinya 19 kata lagi

Berpikir analitis dengan pendekatan saintis – Analysis (4)

Mengenal 7 ++ Waste dalam proses bisnis/industri/manufaktur/jasa

Dalam dunia usaha atau industri, berlaku hukum – tidak ada proses yang sempurna.  Yang ada adalah mendekati sempurna atau memiliki proses yang lebih baik diantara standar maupun rata-rata industri. Inilah yang menjadi pemikiran bagi para ahli manajemen dalam lingkup industri manufaktur dan juga sekarang digunakan bagi pelaku bisnis di bidang lainnya seperti jasa.

Dengan demikian, akan selalu ada yang namanya waste, pemborosan, rugi-rugi ataupun ketidaksempurnaan dalam proses, baik itu di manufaktur, proses pelayanan jasa maupun proses bisnis lainnya. Awalnya, waste ini diidentifikasi ada 7 pemborosan klasik,  namun sekarang dengan berkembangnya ilmu manajemen sudah bertambah 2 menjadi 9 waste. Apa saja 9 waste yang ada dalam proses bisnis atau jasa? berikut adalah penjelasannya.

1.       Defects

Diantara yang membuat kesal pelanggan adalah jika menerima produk atau jasa yang tidak sesuai spesifikasi. Inilah yang disebut sebagai kerusakan, cacat atau defects. Produk atau jasa yang tidak sesuai akan mengecewakan pelanggan

2.       Overproduction

Ini adalah proses dimana produk atau jasa yang diberikan melebihi baik dari segi jumlah, waktu atau spesifikasi yang dibutuhkan proses setelahnya. Ada yang menyebutkan bahwa jika itu lebih baik tentu akan memuaskan, tetapi apakah ada value added yang diperoleh dengan penambahan produksi yang melewati spesifikasi tersebut? Bila memperoleh keadaan ini maka banyak kerugian dialami dari sisi nilai bagi pelaku bisnis.

3.       Inventory Waste

Paling mudah diamati jika kita melihat penumpukan barang, material, stock yang tidak dibutuhkan dalam proses. Atau bisa juga membuat produk atau jasa yang belum terjual. Inilah rugi-rugi atau pemborosan inventori.

4.       Transportation waste

Dalam pergerakan benda, material atau jasa seringkali dilakukan proses perpindahan yang tidak perlu dilakukan.  Transportasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya sedapat mungkin dihindari jika tidak memiliki nilai tambah dalam proses.

5.       Waiting waste

Inilah yang umum dialami terutama masyarakat di kota-kota besar. Antrian truk pengangkut, kemacetan, menunggu adalah jenis waste yang bisa dihitung secara jelas, berapa pemborosan dan kerugiannya.

6.       Motion Waste

Jika dalam mengerjakan proses, ada pencarian suatu material/barang dimana seharusnya tidak perlu ada tindakan tersebut, itulah yang disebut motion waste. Kehilangan data, kehilangan file, pencarian material merupakan pemborosan dan kerugian dalam proses bisnis.

7.       Under-utilization

Pernahkah anda melihat seseorang yang bekerja dibawah kapasitasnya? seperti sarjana S1 hanya mengerjakan tugas klerikal? itulah pemanfaatan yang dibawah kapasitas. Selain bersifat kualitas juga termasuk penggunaan mesin yang masih dibawah kapasitasnya.

8.       Excessive – Processing

Merupakan usaha berulang atau tambahan pekerjaan yang tidak memberikan nilai tambah, hanya sekedar dapat memenuhi spesifikasi. Diantaranya adalah pengerjaan ulang, proses pengecekan kembali, pengetesan ulang.

9.       Opportunity Waste

Merupakan rugi atau pemborosan karena kehilangan kesempatan untuk meraih performa lebih tinggi. Seperti keterlambatan informasi, ketidakmampuan melihat realitas pasar dll.

Sumber: http://ilmusdm.wordpress.com/2013/11/12/mengenal-7-waste-dalam-proses-bisnisindustrimanufakturjasa/#more-971

Mengenal 7 ++ Waste dalam proses bisnis/industri/manufaktur/jasa

Shrinking tempdb without restarting SQL Server

sqlsunday.com

Ok, so even if you’re a seasoned veteran T-SQL coder, at some time you will write a query that runs away and supersizes the tempdb database. This, in turn, might fill up your disk and cause other server-related problems for you. At that point, you may find out the hard way that shrinking tempdb isn’t like shrinking any other database.

Here are some tricks that I’ve tried successfully – but bear in mind that your mileage may vary.

Lihat pos aslinya 592 kata lagi

Shrinking tempdb without restarting SQL Server