Berpikir dengan 6 Sudut Pandang (Six Thinking Hats)

Dari:sscx.asia

Salah satu rahasia orang sukses adalah mereka memiliki kemampuan untuk berpikir dari sudut pandang yang rasional dan positif. Namun seringkali mereka gagal untuk melihat masalah dari sisi emosional, intuitif, kreatif atau negatifnya. Kemungkinan banyak dari kita meremehkan kemungkinan resistensi orang lain terhadap rencana-rencana baru, kegagalan dalam membuat langkah kreatif dan tidak membuat perencanaan yang terstruktur.
Salah satu tantangannya adalah bentrok dengan beberapa orang yang defensif dan tidak menyukai perubahan, dan beberapa orang mungkin sulit untuk menerima keputusan dengan tenang dan rasional.

Mengapa Six Thinking Hats Sangat Berguna?
Jika kita mencari pemecahan masalah dengan Six Thinking Hats, kita akan mampu menemukannya melalui berbagai pendekatan. Keputusan yang kita ambil akan lebih kaya dan terintegrasi, dengan gabungan dari ambisi, kemampuan eksekusi, sensitifitas publik yang akan merasakan pengaruh dari keputusan, kreatifitas dan dengan perencanaan yang baik.

Bagaimana Menggunakan Six Thinking Hats?
Anda bisa menggunakan Six Thinking Hats dalam meeting atau untuk diri Anda sendiri. Jika digunakan dalam meeting, teknik ini berguna untuk menghentikan konfrontasi yang terjadi ketika orang-orang yang mendiskusikan permasalahan yang sama memiliki cara pikir yang berbeda.
Setiap “Topi Berpikir” merupakan cara pikir yang berbeda.

Topi-topi tersebut adalah:

Topi Putih
Dengan “memakai” topi putih, Anda bisa fokus kepada data yang tersedia. Lihatlah informasi yang Anda punya, dan temukan pelajaran dari semua informasi tersebut. Telitilah ruang-ruang kosong dari susunan informasi Anda, dan cobalah untuk mengisinya atau temukan hikmahnya. Ketika memakai topi ini, Anda akan menganalisa tren-tren lama dan mengekstrapolasi data-data historikal.

Topi Merah
Ketika mengenakan Topi Merah, Anda akan melihat masalah melalui intuisi, reaksi berantai, dan emosi. Cobalah untuk berpikir bahwa semua orang akan bereaksi secara emosional terhadap perencanaan baru. Dengan topi ini, Anda bisa mencoba untuk mengerti mengapa orang merespon sedemikian rupa; mungkin karena mereka tidak memahami alasan Anda.

Topi Hitam
Topi hitam akan memberikan pandangan mengenai sisi buruk dari semua keputusan. Pahamilah dengan hati-hati dan defensif. Mengapa keputusan ini bisa gagal? Topi ini sangat penting karena memberikan Anda kesempatan untuk menghilangkan hal hal negatif, mengganti beberapa keputusan yang salah, atau menyiapkan perencanaan untuk menanggulangi hal-hal buruk. Topi Hitam membantu Anda untuk membuat perencanaan yang lebuh “kuat” dan fleksibel. Topi ini juga memungkinkan Anda untuk menemukan cacat-cacat yang fatal dan resiko-resiko sebelum memulai tindakan apapun. Topi Hitam adalah tokoh utama dalam teknik ini, yang akan memberikan manfaat terbesar. Alasannya adalah, beberapa orang sukses terbiasa untuk berpikir positif sehingga tidak melihat masalah sejak awal. Hal ini akan menyebabkan kurangnya persiapan dalam menghadapi masalah yang mungkin muncul.

Topi Kuning
Memakai Topi Kuning membantu Anda untuk berpikir positif. Inilah sudut pandang positif yang membantu Anda melihat keuntungan dari semua keputusan dan value di dalamnya. Pemikiran Topi Kuning memungkinkan Anda untuk terus maju walaupun keadaan sedang sulit.

Topi Hijau
Topi Hijau mewakili sisi kreatif. Disini Anda bisa mengembangkan solusi kreatif bagi semua masalah. Topi ini memungkinkan Anda mengeksplorasi, dimana ide-ide kreatif mendapatkan paling sedikit kritik. Sangat banyak perkakas kreatifitas yang bisa Anda gunakan disini.

Topi Biru
Topi Biru adalah topi untuk kontrol proses. Topi ini dipakai oleh mereka yang memimpin meeting. Ketika situasi sulit terjadi dan ide-ide mulai kering, pemakai Topi Biru akan mengalihkan aktifitas tim menuju Topi Hijau. Ketika perencanaan lain dibutuhkan, mereka akan mengarahkan kepada Black Hat. Lanjutkan membaca "Berpikir dengan 6 Sudut Pandang (Six Thinking Hats)"

Iklan
Berpikir dengan 6 Sudut Pandang (Six Thinking Hats)

Shrinking tempdb without restarting SQL Server

Copy from: link

Ok, so even if you’re a seasoned veteran T-SQL coder, at some time you will write a query that runs away and supersizes the tempdb database. This, in turn, might fill up your disk and cause other server-related problems for you. At that point, you may find out the hard way that shrinking tempdb isn’t like shrinking any other database.

Here are some tricks that I’ve tried successfully – but bear in mind that your mileage may vary.

Tempdb stores temporary tables as well as a lot of temporary (cached) information used to speed up queries and stored procedures. For the best chances in shrinking tempdb, we’re going to clear these different caches (except for the temp tables, which you should drop manually).

First off, the easy way out

It’s worth mentioning. If you’re not running a production-like environment, your best bet is to restart the SQL Server service. This will return tempdb to its default size, and you won’t have to worry about all the potential pitfalls of this article. But since you’re reading this, chances are you can’t just restart the server. So here goes:

Warning: These operations remove all kinds of caches, which will impact server performance to some degree until they’ve been rebuilt by the SQL Server. Don’t do this stuff unless absolutely neccessary.

DBCC DROPCLEANBUFFERS

Clears the clean buffers. This will flush cached indexes and data pages. You may want to run a CHECKPOINT command first, in order to flush everything to disk.

CHECKPOINT;
GO
DBCC DROPCLEANBUFFERS;
GO

DBCC FREEPROCCACHE

Clears the procedure cache, which may free up some space in tempdb, although at the expense of your cached execution plans, which will need to be rebuilt the next time. This means that ad-hoc queries and stored procedures will have to recompile the next time you run them. Although this happens automatically, you may notice a significant performance decrease the first few times you run your procedures.

DBCC FREEPROCCACHE;
GO

DBCC FREESYSTEMCACHE

This operation is similar to FREEPROCCACHE, except it affects other types of caches.

DBCC FREESYSTEMCACHE ('ALL');
GO

DBCC FREESESSIONCACHE

Flushes the distributed query connection cache. This has to do with distributed queries (queries between servers), but I’m really not sure how much space they actually take up in tempdb.

DBCC FREESESSIONCACHE;
GO

.. and finally, DBCC SHRINKFILE

DBCC SHRINKFILE is the same tool used to shrink any database file, in tempdb or other databases. This is the step that actually frees the unallocated space from the database file.

Warning: Make sure you don’t have any open transactions when running DBCC SHRINKFILE. Open transactions may cause the DBCC operation to fail, and possibly corrupt your tempdb!

DBCC SHRINKFILE (TEMPDEV, 20480);   --- New file size in MB
GO

Don’t set the new size too low! Make a realistic estimate of the largest “normal” size that tempdb will assume during normal day-to-day operation.

That’s it. If everything works the way it should, you should now be able to verify the new size of tempdb.

A word about shrinking database files

Best practice is to try to minimize the use of file or database shrinking as much as possible. Whenever you shrink a database file and it re-grows later on, you are potentially creating fragmentation on your physical storage medium. This is because the sectors that the file used to occupy may now very well be occupied by other information (just a few bytes are enough). When SQL Server wants to grow that database file, the newly added portion of the file will need to be placed elsewhere on the disk, thus creating fragmentation.

The number one mortal sin in this context is “autoshrink“, because it may very well add to the drive fragmentation every time it runs, which could be very frequently.

As a rule of thumb, never ever autoshrink a database. And try to be very restrictive when it comes to shrinking databases or files in general, unless it’s a one-off operation to fix the aftermath of a runaway query.

From:http://sqlsunday.com/2013/08/11/shrinking-tempdb-without-restarting-sql-server/

Shrinking tempdb without restarting SQL Server

Investasi Hanya Dengan Uang Rp 5 juta

Penghasilan bulanan Anda mungkin hanya pas untuk kehidupan sehari-hari, dan hanya sedikit yang bisa ditabung. Namun, apa yang harus dilakukan apabila tiba-tiba Anda mendapat bonus tahunan dari kantor sebesar Rp 5 juta. Jika Anda berpikir jauh ke depan, tentu Anda ingin uang itu “beranak” lebih banyak daripada hanya diam di rekening tabungan. Lalu, apa yang bisa dilakukan dengan uang Rp 5 juta itu agar jumlahnya bertambah? Jawabannya tentu adalah dengan menginvestasikannya. Namun, investasi jenis apa yang cukup hanya dengan uang Rp 5 juta? Berikut ini adalah lima jenis investasi hanya dengan uang Rp 5 juta yang dapat dilakukan.

1. Emas

investasi emasHal pertama yang dapat Anda lakukan untuk investasi hanya dengan uang Rp 5 juta adalah emas. Seperti diketahui, nilai emas selalu meningkat. Kalau pun turun, sifatnya hanya sementara, dan harganya akan naik kembali. Karena itu, investasi emas memiliki tingkat risiko kecil dengan keuntungan yang cukup besar.

Di awal September ini, harga emas per gram menurut data dari PT Antam (Aneka Tambang) berkisar antara Rp 491.600 hingga Rp 531.000, tergantung dari jumlah gram pembelian. Dengan uang Rp 5 juta, Anda bisa membeli 10 gram emas dengan total harga Rp 4.970.000.

Investasi emas ini akan sangat menguntungkan apabila dijalankan untuk jangka waktu panjang, walaupun tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan untuk jangka pendek. Untuk investasi jangka panjang, Anda tidak membutuhkan kemampuan apa pun, tinggal menunggu harga emas naik, dan jual jika memang sudah dibutuhkan. Untuk investasi jangka pendek, jika Anda merasa harga emas sudah cukup tinggi dan akan bergerak turun, Anda bisa menjual ketika harga tinggi untuk mengambil keuntungan. Kemudian, Anda bisa membelinya kembali ketika harga sudah di bawah.

2. Saham

investasi sahamHal lain yang dapat Anda lakukan untuk investasi hanya dengan uang Rp 5 juta adalah jual-beli saham. Risiko bermain saham sangat besar, tapi keuntungan yang diperoleh juga cukup besar. Keuntungan yang diperoleh dari jual-beli saham ada dua jenis, yakni berupa capital gain (selisih keuntungan dari harga beli dan harga jual) dan berupa dividen. Ada dua cara untuk bermain saham, yakni jangka pendek atau jangka panjang.

Untuk investasi jangka panjang, Anda cukup membeli saham dan mendiamkannya selama mungkin. Namun, yang penting diingat adalah Anda harus memilih saham perusahaan yang kuat dan dipercaya dapat bertahan selama bertahun-tahun. Dengan demikian, nilai saham perusahaan tersebut juga akan terus meningkat. Jika Anda tidak mau repot-repot melakukan analisis fundamental dan analisis teknikal untuk mencari saham mana saja yang bagus, beli saja saham perusahaan-perusahaan yang masuk dalam IDX 30. Untuk investasi saham jangka panjang, selain akan mendapat keuntungan berupa capital gain, Anda sebagai pemilik saham perusahaan juga akan mendapat keuntungan dividen yang diberikan setiap tahun.

Untuk investasi saham jangka pendek, dibutuhkan kemampuan untuk melakukan analisis teknikal. Sebab, aturan utama dalam bermain saham jangka pendek adalah beli ketika harga murah dan jual ketika harga sedang naik. Karena itu, untuk dapat menentukan kapan harga akan bergerak naik dan kapan harga bergerak turun dibutuhkan kemampuan analisis teknikal. Keuntungan dari bermain saham jangka pendek semata-mata dari capital gain. Namun, risiko investasi saham jangka pendek ini lebih besar daripada investasi jangka panjang. Jika salah perhitungan membeli saham, bisa jadi uang Anda justru habis.

Yang perlu diperhatikan ketika bermain saham adalah jangan menghabiskan uang Rp 5 juta Anda hanya di satu saham. Dengan adanya peraturan baru dari Bursa Efek Indonesia yang menetapkan bahwa 1 lot saham sekarang terdiri dari 100 lembar, bukan 500 lembar lagi, berarti Anda bisa membeli 1 lot saham dengan harga yang cukup murah. Dengan demikian, dengan uang Rp 5 juta Anda bisa membeli sekitar lima saham dari lima perusahaan berbeda.

3. Mata Uang Asing

Investasi mata uang asingHal lain yang dapat dilakukan untuk investasi hanya dengan uang Rp 5 juta adalah jual-beli mata uang asing atau yang biasa disebut dengan forex (foreign exchange). Jual-beli mata uang asing ini bisa dilakukan dengan membeli uang secara fisik atau melalui forex trading. Namun, keduanya sama saja, yakni membeli mata uang asing dan menjualnya ketika harganya mahal.

Jual-beli mata uang asing ini bisa dikategorikan investasi jangka menengah karena risikonya yang cenderung tinggi, sebab nilai mata uang sebuah negara bisa saja langsung turun drastis akibat kebijakan dari negara bersangkutan. Bila Anda tidak hati-hati, bisa jadi menimbulkan kerugian besar. Sama seperti ketika bermain saham, untuk menentukan kapan waktu yang tepat membeli mata uang asing maupun kapan harus menjualnya dibutuhkan kemampuan analisis teknikal yang sangat baik.

4. Reksadana

investasi reksadanaJenis investasi lain yang sangat mudah dilakukan adalah Reksadana. Dengan uang Rp 5 juta, Anda bisa membeli sebuah reksadana dan mendapatkan keuntungan sesuai dengan jenis reksadana yang Anda pilih. Ada empat jenis reksadana, yakni reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham.

Reksadana pasar uang merupakan jenis reksadana dengan risiko yang paling rendah, tentu dengan keuntungan yang tidak terlalu tinggi juga. Sementara itu, reksadana saham merupakan yang memberikan keuntungan paling tinggi dengan risiko yang tinggi pula. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Sebab, uang Anda yang Rp 5 juta itu bukan Anda yang mengelola, melainkan dikelola oleh seorang manajer investasi (MI).

Di reksadana ini investor tidak perlu repot-repot memantau pergerakan harga reksadana, sebab ketika membeli reksadana Anda sudah dijanjikan mendapat keuntungan sekian persen selama sekian bulan menyimpan reksadana itu. Nah, untuk mendapatkan keuntungan sekian persen itu yang mengaturnya adalah seorang manajer investasi. Karena itu, reksadana sangatlah cocok untuk investor pemula yang tidak ingin mengambil risiko.

5. Toko Online

investasi di toko onlineInvestasi tak hanya berupa membeli sesuatu seperti saham maupun emas dan mengambil keuntungan dari selisih harga beli dengan harga jualnya. Namun, investasi bisa juga dengan cara menjadikan uang yang Anda punya sebagai modal untuk berbisnis.

Dengan modal hanya Rp 5 juta, bisnis yang sangat memungkinkan bagi Anda untuk dijalani adalah membuka toko online. Modal awal untuk membuka toko online pun cukup murah, paling hanya sekitar Rp 1 juta untuk membayar hosting dan domain situs Anda. Untuk pembuatan tampilan toko online Anda pun bisa secara gratis karena banyak tersedia template gratis, dan langkah-langkah pembuatannya pun banyak tersedia di Internet.

Mengenai risiko dan keuntungan berbisnis toko online sendiri tergantung dari jenis barang dagangan yang Anda tawarkan. Karena itu, sebelum membuka toko online, pelajari dulu mengenai target pasar dan jenis barang apa yang kira-kira akan laku. Anda pun tak perlu memproduksi barang-barang dagangannya sendiri, tapi juga bisa menjadi seorang perantara. Misalnya jika Anda berada di daerah, Anda bisa juga membantu memasarkan produk-produk yang dihasilkan oleh industri rumah tangga di daerah Anda itu.

dari: https://www.aturduit.com/articles/investasi-hanya-dengan-uang-rp-5-juta/

Investasi Hanya Dengan Uang Rp 5 juta

Apa Menabung 100 Persen Aman? Kenali Dulu 4 Risiko Tabungan

risiko tabunganCara paling konvensional untuk menyimpan uang adalah menabung. Metode ini sudah sangat umum dilakukan oleh kebanyakan orang karena prosesnya yang mudah dan cepat. Menabung pun sudah menjadi kebiasaan semua kalangan, dari bawah, menengah sampai atas. Dari usia anak-anak, remaja hingga dewasa. Dan menabung sudah dilakukan oleh anak sekolah, mahasiswa sampai pekerja kantoran. Ibaratnya, virus menabung sudah menyebar hampir ke seluruh lapisan masyarakat. Disinyalir, dengan menabung ada simpanan untuk kehidupan masa mendatang.

Fenomena menabung ini dianggap sebagai salah satu cara untuk mengamankan keuangan. Majalah Swa pernah melakukan survei di tahun 2013 yang menyatakan bahwa 90 % kelas menengah memiliki tabungan. Sementara minat berinvestasi pada instrumen investasi lain, seperti reksadana, emas, obligasi dan saham hanya dimiliki tidak sampai separuh kelas menengah. Perlu diketahui, menabung juga memiliki untung dan rugi. Sebelum Anda meletakkan 100 persen uang Anda ke dalam tabungan, kenali dahulu risiko tabungan.

1.Bunga lebih rendah dari inflasi

Hampir setiap tahun inflasi melanda Indonesia. Inflasi dalam setahun bisa mencapai angka 5%. Kenaikan ini jelas mencekik setiap keuangan dan ekonomi masyarakat Indonesia. Jika jalan yang Anda pilih untuk menyelamatkan uang Anda adalah dengan cara menabung maka jelas bukan pilihan yang bijak. Seperti yang diketahui, pada umumnya bank hanya memberikan bunga tabungan yang tidak sampai 3% dalam setahun.

Apabila dibandingkan dengan kenaikan inflasi, maka bunga tabungan tidak akan memenuhi kebutuhan yang hendak dituju. Jumlah bunga tabungan sudah jelas lebih rendah daripada inflasi. Bagaimana mau memenuhi tujuan investasi untuk mengalahkan investasi saja bunga tabungan sudah tidak sanggup. Padahal Anda sudah memiliki serangkaian rencana dengan tabungan yang dikumpulkan itu. Anda ingin mengumpulkan dana untuk pensiun, kesehatan, pendidikan anak dan traveling. Apabila jalan yang Anda tempuh hanya dengan tabungan tentu semua niat baik itu belum dapat terpenuhi.

2.Tujuan investasi meleset

Masih ada kaitannya dengan risiko nomor satu. Akibat bunga rendah tadi maka tujuan investasi Anda akan melesat. Dari sekian banyak produk investasi yang bertebaran, tidak ada satu pun yang menjadi sasaran Anda. Dan Anda masih bersikukuh tujuan investasi itu cukup terpenuhi dengan jalan menabung. Salah satu yang mendasari pemikiran Anda ini adalah risiko yang minim dari tabungan. Sedangkan, investasi memiliki sejumlah risiko yang bervariasi. Walau ada jaminan dari pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atas tabungan di perbankan, nyatanya tabungan tetap saja belum bisa mewujudkan tujuan investasi Anda.

Risiko tabungan ternyata bisa membuat Anda kerja keras untuk mencapai satu per satu tujuan investasi. Misalnya, kenyataan yang paling masuk akal adalah kenaikan biaya pendidikan. Hampir setiap tahun biaya pendidikan di Indonesia diperkirakan naik sekitar 20% setahun. Coba Anda bayangkan apabila terus menggantungkan keuangan pada tabungan yang bunganya rendah. Bisa-bisa Anda harus mencari penghasilan tambahan lain demi mendaftarkan anak ke sekolah. Memang nilai uangnya aman, tetapi jika tabungan tidak bisa merealisasikan tujuan berinvestasi, untuk apa menempatkan dana terlalu banyak di situ. Akibat dari hendak menghindari risiko justru Anda malah terjebak ke risiko yang lebih mendalam. Akibat, keinginan menghindari risiko, muncul risiko lain, yang justru lebih besar, yaitu gagalnya mencapai tujuan investasi. Kalau ingin mendapat keuntungan, maka harus berani mengambil risiko. Tidak mungkin untung tanpa adanya risiko.

3.Menyisihkan dana lebih besar

Risiko tabungan lainnya adalah membuat Anda harus menyisihkan dana lebih besar. Alih-alih ingin mencapai tujuan investasi, uang yang disetorkan ke tabungan tentu harus besar. Terkadang bisa mencapai 50 persen dari penghasilan Anda setiap bulannya. Guna mengejar pencapaian investasi maka Anda membiasakan diri berkorban untuk penghematan ketat.

Akibat dari hal ini, Anda kerap memaksa untuk tidak makan siang, tidak jajan, dan selalu menggunakan kendaraan umum. Memang ini cara yang bagus namun akan menyusahkan Anda nantinya jika setiap bulan setengah dari penghasilan Anda disalurkan ke tabungan demi mengejar tujuan investasi. Pada dasarnya tidak mudah menyisihkan uang yang lebih besar setiap bulannya. Niat ingin aman, malah sering kali Anda mengalami jumlah dana yang ditabung tidak sesuai dari seharusnya, sehingga ujungnya tujuan jadi tidak tercapai.

4.Hilangnya daya beli uang

Ternyata akibat inflasi itu sangat memengaruhi risiko tabungan. Berkat inflasi yang terus meningkat daya beli uang semakin hilang. Pasalnya, bunga tabungan tidak cukup mengimbangi naiknya harga barang. Inflasi naik maka harga barang turut naik dan ini menyebabkan nilai uang di tabungan turut merosot. Bunga tabungan yang merosot nilainya serta merta membuatnya lebih rendah dari inflasi. Ketika bunga tabungan mencapai angka yang tinggi, maka meletakkan uang di tabungan cukup aman. Karena masih mendapat imbalan yang lebih tinggi dari laju harga barang. Nah, dengan adanya inflasi maka hilang sudah daya beli uang.

dari: https://www.aturduit.com/articles/apa-menabung-100-persen-amankenali-dulu-4-risiko-tabungan/?utm_source=newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=24/10/2014

Apa Menabung 100 Persen Aman? Kenali Dulu 4 Risiko Tabungan

Microsoft Access Tips for Serious Users

Provided by Allen Browne, http://allenbrowne.com/ser-47.html#CannotOpenForm


Recovering from corruption

This article may help if your database is already corrupt. To find out what causes corruption, see Preventing Corruption.

Before doing anything else, make a copy of the corrupted mdb file while Access is NOT running, and without overwriting any earlier backups. This lets you try different approaches and sequences if necessary.

Next, try the built-in repair utility. This very simple solution may work with corrupted indexes, and might even get rid of a corrupted object:

  • In Access 2010, click Compact and Repair Database on the Database Tools ribbon.
  • In Access 2007, click the Office button (top left), then Manage.
  • In Access 95 – 2003, choose Database Utilities from the Tools menu.

If this does not work, follow the steps for the symptoms of your corruption below.

Symptom: Cannot open a form or report

While developing forms, reports, and the code in their modules, they are likely to corrupt. To work around this, import the other objects into a new database:

  1. Create a new database.
  2. Turn off the Name AutoCorrect check boxes:
    • In Access 2010:  File | Options | Current Database.
    • In Access 2007:  Office Button | Access Options | Current Database.
    • In Access 2000 – 2003:  Tools | Options | General.

    For details of problems this mis-feature causes, see Failures caused by Name Auto-Correct.

  3. Import the tables, or link them if the database is split.
    In Access 2007 or 2010, choose External Data | Import | Access.
    n Access 95 – 2003, choose Get External on the File menu.
  4. Import the other objects (queries, forms, reports, macros, modules.)
  5. Set minimal References under Tools | References (from the code window).
  6. Compile (Debug menu, from the code window).

If one form or report is corrupt, the process will cease at step 5. You will see the name of the object that has not been imported, and you can then try the import again, skipping the bad form(s)/report(s). With a bit of luck, you may be able to import these from a previous backup.

Symptom: Number of records varies, depending how the data is sorted

This can happen if an index corrupts. To address this:

  1. In the Relationships window, delete any relationships this table is involved in.
    In Access 2007 or 2010, click Database Tools on the ribbon, and choose Relationships.
    In Access 95 – 2003, choose Relationships from the Tools menu.
  2. Open the table in design view. Open the Indexes box, and delete all indexes. Save. Close.
    In Access 2007 or 2010, Indexes is on the Table Tools ribbon.
    In Access 95 – 2003, it is on the View menu.
  3. Select the table in the Database window (Access 95 – 2003) or Nav Pane (Access 2007 and later.) Copy and Paste, supplying a new name, and choosing Structure Only.
  4. Create a query into the problem table. Check you see all records (sorting if necessary). Change it to an Append query, telling Access to append to the new table. Run the query. (Append is on the Query Tools ribbon in Access 2007 and 2010, or Query menu in Access 95 – 2003.)
  5. Check that all the data is in the new table, and then delete the old table.
  6. Compact the database to get rid of any reference to the problem table:
    • In Access 2010, Compact and Repair Database on the Database Tools ribbon.
    • In Access 2007, click Office Button (top left) | Manage | Compact.
    • In Access 95 – 2003, Tools | Database Utilities | Compact.
  7. Rename the new table so it has the name of the old table.
  8. Recreate the indexes and relationships you destroyed above.

In obstinate cases, you may need to recreate the tables programmatically. More information in knowledgebase article 815280.

Symptom: Some table rows show #Deleted

If this persists after restarting your computer, the table or its index is corrupt. Try the steps above for a corrupted index.

If that does not solve the problem:

  1. Create a query into the table.
  2. Attempt to exclude the corrupted rows. For example, if the corrupted row is between ID 25 and 27, try criteria of:
        <= 25 Or >= 27
  3. Once you have the best range of uncorrupted records you can retrieve, change it to a Make Table query. Make Table is on Query menu in Access 95 – 2003; in Access 2007 or 2010, it is on the Query Tools ribbon under Query Type.
  4. Run the query to create the new table.
  5. Delete the old table.
  6. Compact the database to get rid of any reference to the problem table:
    • In Access 2010, Compact and Repair Database on the Database Tools ribbon.
    • In Access 2007, click Office Button (top left) | Manage | Compact.
    • In Access 95 – 2003, Tools | Database Utilities | Compact.
  7. Rename the new table to the name of the old one.
  8. Recreate the indexes and relationships you destroyed above. If you are unable to create a relationship, use the Unmatched Query Wizard to identify which records are missing.

Again, programmatic re-creation may help.

Symptom: Memo field contains strange characters.

Access uses a pointer to another location for the data in large fields (memo, hyperlink, or OLE Object). If the pointer is written incorrectly, the field displays garbage.

To address this kind of corruption, delete the memo field from your table. Compact to get completely rid of it:

  • In Access 2010, Compact and Repair Database on the Database Tools ribbon.
  • In Access 2007, click Office Button (top left) | Manage | Compact.
  • In Access 95 – 2003, Tools | Database Utilities | Compact.

Then create the memo field again. If the data is important, you may be able to link to an older backup (File | Get External | Link in Access 95 – 2003; External Data | Import in Access 2007 and 2010), create a query joining the current and older copy on the primary key, and then change it to an Update query to update the now blank memo field with the contents of the old one.

If the strange characters appear only in the query, not when you view the table, this is not a corruption. This occurs when JET is unable to determine the data type of the query field, and is triggered by lots of situations. Solutions for this non-corruption issue include:

Symptom: “An error occurred while loading Form_FormName”

If you receive this error when trying to convert from one version of Access to another, your database is partially corrupt. Decompile a copy of your database.

  1. Make a copy of the mdb file while Access is not running.
  2. Compact:
    • In Access 2010, Compact and Repair Database on the Database Tools ribbon.
    • In Access 2007, click Office Button (top left) | Manage | Compact.
    • In Access 95 – 2003, Tools | Database Utilities | Compact.
  3. Close Access. Open a command prompt, and enter something like this. It is one line, and include the quotes:
       “c:\Program Files\Microsoft office\office\msaccess.exe” /decompile “c:\My Documents\MyDatabase.mdb”
  4. Compact again.
  5. Try the conversion again.

Symptom: “Error Accessing File. Network Connect May Have Been Lost”

This is a nasty bug in the early releases of Access 2000, and there is no easy fix. The corruption will not occur if you apply the service packs, or use later versions of Access.

Knowledgebase article 304548 explains that the problem was with version 6.3.91.8 of Vbe6.dll. If you import code from another version (typically Access 97) and close the database without recompiling, your code is hosed.

Sub FixBadAOIndex(BadDBPath As String)
    ' <BadDBPath> is the path to the corrupt database.
    Dim dbBad As DAO.Database
    Dim tdf As DAO.TableDef
    Dim ix As DAO.Index

    Set dbBad = DBEngine.OpenDatabase(BadDBPath)
    dbBad.Execute "DELETE FROM MSysAccessObjects " & _
        "WHERE ([ID] Is Null) OR ([Data] Is Null)", _
        dbFailOnError
    Set tdf = dbBad.TableDefs("MSysAccessObjects")
    Set ix = tdf.CreateIndex("AOIndex")
    With ix
        .Fields.Append .CreateField("ID")
        .Primary = True
    End With
    tdf.Indexes.Append ix
    Set tdf = Nothing
    dbBad.Close
    Set dbBad = Nothing
End Sub

Symptom: “AOIndex is not an index in this table”

Dirk Goldgar (Microsoft Access MVP) traced this problem back to faulty entries in the MSysAccessObjects table. He reports that the problem can be solved by deleting the faulty entries, and creating a valid primary key.

Download his solution from http://www.datagnostics.com/dtips/fixaoindex.html, or use the use the code (at right) like this:

  1. Make a copy of the mdb file while Access is not running.
  2. In another database, paste the function at right into a module.
  3. Open the Immediate Window (Ctrl+G), and enter:
        FixBadAOIndex(“C:\MyPath\MyFile.mdb”)
    using your database name in the quotes.

Symptom: “<Database Name> Isn’t an Index in This Table”

This corruption of the MSysObjects table occurs in Jet 3.x (Acc 95 or 97). Microsoft released a utility (jetcomp.exe) to address this issue. For more information, see the knowledgebase article for Access 97 or Access 95.

Symptom: Key field is no longer primary key, and relationships are gone

When you compact/repair a database, Access rebuilds the indexes. If it discovers data the violates the index (such as duplicate values in a unique index or primary key), it drops the index. Your table still has all the data, but the index is gone. If you have relationships to other tables that depend on this index to maintain referential integrity, the repair process has to drop those relationships as well.

When this happens, it creates a new table to notify you of the problem. You will find a table with a name such as Compact Errors. The creation date lets you know when Access dropped the index/relations.

To fix this situation, you need to identify the records that violate the index. To find the problem records, use the Find Duplicates Query Wizard (first dialog when you create a new query.) You can then delete the bad records, and mark the field as primary key again.

If a relation was dropped, use the Find Unmatched Query Wizard to identify the bad records in the related query. Delete them or reassign them to the correct key value. You can then create the relation again (Tools menu.)

SaveAsText / LoadFromText

This is an undocumented technique that may rescue a bad form or report by exporting it to a text file, and instructing Access to recreate it from the text file.

  1. Make a backup of your database.
  2. Open the code window (Ctrl+G) and look through the modules (Windows menu.)
    If you can see a module for this form/report, copy the text out to Notepad, and save it.
  3. Open the Immediate Window (Ctrl+G), and export the form/report as a text file. Enter something like this:
        SaveAsText acForm, "Form1", "C:\MyFolder\Form1.txt"
    substituting your form name for Form1 and your directory for MyFolder.  Use acReport if the problem object is a report.
  4. Verify that the text file was created in the folder you specified.
  5. Delete the form from the database.
    Select it in the Navigation Pane (Access 2007 or later) or Database Window (previous versions), and press Del.
  6. Compact the database:
    • In Access 2010, Compact and Repair Database on the Database Tools ribbon.
    • In Access 2007, click Office Button (top left) | Manage | Compact.
    • In Access 95 – 2003, Tools | Database Utilities | Compact.
  7. Open the Immediate Window (Ctrl+G). Enter something like this:
        LoadFromText acForm, "Form1", "C:\MyFolder\Form1.txt"
    substituting the same things you did at Step 3 above.

You will receive an error message at Step 3 if Access cannot make sense of the form to export it. You will have to delete the form and re-create it, but if you saved the code at Step 2 you can at least paste that back into the new form’s module after you create it.

If Step 3 works without error, there is a good chance the rest of the steps will succeed too.

Other Resources

If none of these steps solve your problem and you need professional help, talk to a professional recovery service such as EverythingAccess. Their repair guide is also a good resource.

To avoid corruption, see Preventing Corruption.

Microsoft Access Tips for Serious Users

12. Kepribadian Berdasarkan Tulisan Tangan ( Graphology )

Saat kita menulis sebenarnya tangan kita hanya sebagai alat untuk memegang pena. Gaya tulisan kita itu berasal dari pikiran bawah sadar kita. maka bisa dikatakan bahwa tulisan bisa mengungkapkan berbagai perasaan emosi si penulisnya.

Tentu saja untuk mengetahuinya tidak sembarangan. Ada ilmu membaca rahasia dibalik tulisan tangan atau yang disebut dengan graphology.

Karena sistem syaraf di otak yang menggerakkan tangan untuk menulis dipengaruhi keadaan psikologis kita, tulisan tangan pun bisa mengungkap banyak tentang kepribadian kita.

Tulisan adalah salah satu medium kita untuk berkomunikasi. Nah, dari situlah, ketika sudah jadi, tulisan dianggap merepresentasikan diri seseorang. Nggak heran deh, kalau saat kita ingin mengetahui seseorang, tulisan seolah jadi jendela untuk mengintip isi hatinya. Tak jarang kita menguntit tweet, membaca blognya, atau menelusuri tulisan-tulisan lainnya yang tersebar di web. Nah, menariknya, dibanding yang berbentuk digital, tulisan tangan seseroang itu ternyata bisa menjadi cara ampuhnya. Asal, kita sudah menguasai ilmu membaca tulisan tangan yang disebut dengan grafologi.

Ilmu ini pertama kali digagas oleh seorang kebangsaan Perancis bernama Abbe J.H. Michon di tahun 1875. Ia memulai pengelompokan ciri grafis tulisan dan dihubungkan dengan sifat-sifat manusia.

Karena kemampuan membaca keadaan diri seseorang, grafologi dimasukkan sebagai salah satu cabang dari disiplin ilmu psikologi. Kalau dirunut, cikal bakal dari grafologi adalah gagasan bahwa tulisan tangan bukanlah hasil karya tangan semata. Bahkan ada pendapat yang bilang kalau tulisan tangan itu seharusnya disebut sebagai tulisan otak Apa yang kita tulis, bagaimana kita menulis, kecepatan kita menulis, semuanya itu diatur oleh otak. Itulah mengapa ada beberapa orang yang bahkan  bisa menulis dengan kaki.

Grafologi percaya bahwa gerakan otot syaraf yang dipakai saat menulis dipengaruhi oleh kepribadian. Setiap sifat kita merepresentasikan pola sistem syaraf di otak. Dan tiap pola pada sistem otrak itu menghasilkan gerakan unik dari syaraf otot.  Saat menulis, gerakan-gerakan tersebut nggak akan kita sadari.

Tulisan tangan bisa mengungkap ratusan elemen dari kepribadian serta karakter kita. Dari mulai respon emosinal, intelektualitas, energi, motivasi, kepercayaan hingga  hasrat seksual bisa terbaca dari tulisan tangan kita.

Karena keakuratannya, grafologi juga sering diaplikasikan di bidang lain. Misalnya, untuk mengetahui motif kejahatan serta kejiwaan si pelaku, merekrut karyawan baru, dan pastinya mempertimbangkan kecocokan pasangan.

http://www.simplescrapper.com

Tekanan

Dari kuat atau ringannya tekanan tulisan seseorang kita dapat mengetahui karakter orang tersebut. Bisa kamu perhatikan dengan memperhatikan bekas goresan dibalik kertas.

Tekanan yang kuat: Orang yang tulisannya tebal hingga menimbulkan bekas coretan dibalik kertas biasanya mereka memiliki emosional yang tinggi. Terlalu mendalami perasaan mereka baik itu bahagia atau sakit hati. Mereka menyerap segala suatu seperti spon. Biasanya mereka juga memiliki selera yang tinggi. Tegas dan memiliki keinginan yang kuat bahkan cenderung memaksakan orang lain untuk menuruti kemauan meraka. Makanya tak jarang orang yang memiliki tekanan tulisan seperti ini biasanya kaku susah menyesuaikan diri dalam pergaulan.

Tekanan yang ringan: Tulisan yang memiliki tekanan halus mencerminkan kepribadian yang tenang dan santai. Mereka lebih bertoleransi pengertian sulit mengambil keputusan dan biasanya mudah terpengaruh.

Ukuran

Tulisan besar, Orang yang menulis dengan ukuran tulisan yang besar biasanya cenderung suka diperhatikan selalu ingin tampil didepan dan ingin didengarkan.

Tulisan kecil, Orang yang menulis dengan ukuran kecil biasanya lebih memperhatikan detail introspektif cenderung lebih pendiam dan mandiri.

Kemiringan

Miring ke kanan, Orang dengan tulisan seperti ini biasanya memiliki karakter yang impulsif emosional aktif suka bergaul ramah menyukai tantangan lebih terbuka (ekstrovert) dan ekspresif.

Miring ke kiri, Jenis tulisan seperti ini biasanya penulisnya bersikap menutup diri (introvert). Lebih protektif selalu berpikir logis dan mencerminkan sifat seseoarang yang lebih menarik diri.

Tegak Lurus, Orang yang memiliki tulisan tegak lurus mencerminkan seseorang yang bisa mengontrol diri dan bisa menahan perasaanya. Tidak suka diatur dan mempertimbangkan sesuatu lebih ke pikiran dari pada perasaan.

images.yourdictionary.com

Tulisan tangan dan kepribadian
Nah, bagi seorang graphologist – ahli ilmu tulisan tangan, bisa mengungkap kepribadian Anda. Dari berbagai sumber, sedikitnya ada 10 rahasia di balik tulisan tangan.

1. Apakah tulisan tangan Anda untuk huruf U dan W membentuk bulatan di bawah?
Apabila ya, maka Anda seorang yang sensitif dan mungkin berbakat seni.

2. Apakah tulisan Anda untuk huruf T, berupa garis horizontal memotong garis vertikal di tengah atau di atas?
Semakin rendah potongan garis horizontal di garis vertikal berarti Anda kurang memiliki ambisi untuk melakukan sesuatu hal.

3. Apakah Anda membuat lingkaran di atas pada ujung huruf C?
Jika ya, maka yang cocok bagi ANda adalah cuplikan lirik Carly Simon, „Anda sesorang yang sia-sia, tidak berguna”.

4. Apakah tulisan huruf A dan O Anda sangat rapat?
Mungkinkah Anda sedang menyembunyikan sesuatu?

5. Apakah tulisan tangan pada huruf-huruf Anda selalu miring?
Apabila ya, maka hal ini sangat mengejutkan. Hanya 10 persen dari seluruh orang tidak konsisten menulis huruf miring – dibandingkan 70 hingga 80 persen terbiasa menulis secara tegak.

6. Apakah Anda terjebak menulis dengan banyak lingkaran-lingkaran dan tak pernah lurus, seperti kuku burung?

Hal ini juga suatu hal yang menakjubkan dari suatu peristiwa kriminal! Tulisan gaya ini timbul saat Anda menarik garis lurus dari atas ke bawah lalu Anda menambahkan lengkungan seperti kuku burung di ujungnya, seperti tulisan Anda saat menulis huruf y kecil.

7. Apakah tanda tangan Anda berbeda dengan tulisan tangan Anda pada umunya?
Bila ya, maka Anda sengaja membuat sesuatu yang berarti.

8. Apakah Anda selalu menghubungkan huruf (huruf sambung) di antara huruf-huruf yang tarikannya jatuh di bawah?
Apabila ya, mungkin Anda sesorang yang menderita sangat mendalam, seolah-olah sedang mendapat beban sangat berat di pundak Anda, bagaikan memegang dunia.

9. Apakah tulisan tangan Anda berantakan dan tidak teratur?
Santai sajalah, tak perlu merasa sangat tertekan apabila tulisan tangan Anda begitu jelek.

10. Apakah tulisan tangan pada huruf-huruf Anda sedikit tak beraturan?
Apabila tulisan Anda membesar di tengah dan sedikit ke atas atau ke bawah dari garis dasarnya, maka Anda bersifat kekanak-kanakan. Contohnya, seperti logo tulisan tangan Walt Disney.

Bagaimana bentuk dari huruf dan kata yang Anda tulis dapat memberitahukan bagaimana karakter kepribadian yang Anda miliki, hal ini dikenal dengan grafologi (graphology). Grafologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari mengenai tulisan tangan.

Untuk membaca kepribadian dan karakter seseorang dengan lebih efektif, subjek disarankan menulis menggunakan tulisan sambung walaupun jika ia biasanya menggunakan tulisan cetak. Berikut cara membaca kepribadian seseorang dari tulisan tangan.

CARA KERJA

Pada saat menganalisis kepribadian seseorang berdasarkan tulisan tangannya, pertama Anda harus melihat gaya penulisan secara umum, serupa dengan gambar. Setelah itu, kategorikan berdasarkan karakter-karakter yang terlihat.

Sama halnya dengan karakter manusia yang unik untuk setiap orangnya, penulisan juga tentu memiliki keunikannya tersendiri. Tahap berikutnya adalah menentukan tingkat emosional yang ada di tulisan tersebut. Sebagai contoh pada saat seseorang menulis kata “hitam”, seberapa besar-kah tekanan yang diberikan ke penulisan tersebut dan sebagainya.

Penulis yang penulisannya menggunakan tenaga atau penekanan lebih biasanya memiliki vitalitas dan pengalaman emosional yang bertahan lama. Sedangkan yang penekanannya biasa saja, memiliki vitalitas dan pengalaman emosional yang standar (cukup untuk 1 hari). Jika penekannya lemah, maka orang tersebut akan menggunakan energi mereka seminimal mungkin dan berusaha menghindari situasi yang membutuhkan tenaga.

TINGKAT KEMIRINGAN

Lihat tingkat kemiringan dari penulisan huruf, tingkat kemiringan ini merupakan cermin emosional mereka.

MIRING KE KANAN
Ini menandakan bahwa orang tersebut menangani sebuah situasi dengan pengaruh emosi. Mereka juga terbuka dan suka bersosialisasi dengan orang-orang sekitarnya karena

MIRING KE KIRI
Orang dengan gaya penulisan yang miring ke kiri suka menjaga emosi mereka pada semua situasi, dan mereka sering dilihat sebagai orang yang dingin dan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Tetapi jika orang dengan gaya penulisan ini menulis dengan tangan kanan, maka  itu berarti orang tersebut memiliki sifat suka memberontak.

TIDAK MIRING
Jika gaya penulisan seseorang sama sekali tidak miring, ini berarti mereka lebih menggunakan logika dibandingkan emosi mereka dalam menangani sebuah situasi. Tetapi mereka tetap mempunyai reaksi emosional yang tinggi terhadap lingkungan sekitar mereka.

SPASI ANTAR KATA

Besarnya spasi yang digunakan antara kata-kata dalam penulisan menunjukkan tingkat kenyamanan pada saat berkomunikasi.

UKURAN SPASI KECIL
Menunjukkan bahwa Anda adalah orang dengan keinginan komunikasi yang tinggi dan tidak takut untuk menunjukkannya secara fisikal.

UKURAN SPASI BESAR
Jika ukuran spasi antara kata cukup besar maka hal itu menandakan bahwa Anda adalah orang yang membutuhkan ruang tersendiri dalam komunikasi dan tidak ingin terlalu dekat dengan orang.

UKURAN TULISAN

Ukuran dari tulisan tangan menentukan bagaimana seseorang melihat diri mereka dari sudut pandang mereka sendiri dan tingkat konsentrasi mereka.

BESAR
Orang tersebut mempunyai kepribadian yang ramah dan memandang diri mereka sendiri sebagai orang dengan kepribadian kuat. Mereka biasanya tidak dapat fokus kepada satu hal terlalu lama dan lebih terlihat melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu.

KECIL
Memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi dan sangat perhatian dengan detail kecil. Tetapi biasanya mereka lebih pemalu dan introvert pada kepribadiannya, dimana mereka memandang diri mereka sendiri sebagai orang dengan kepribadian yang pemalu.

BIASA
Merupakan orang yang gampang beradaptasi dengan situasi apapun karena kepribadiannya yang fleksibel. Tingkat konsentrasi orang ini dapat dikatakan cukup baik, tetapi mereka juga dapat teralihkan dengan mudah.

ARAH TULISAN

Untuk menilai kepribadian seseorang dari tulisan tangan, lebih baik orang tersebut menulis di kertas yang tidak bergaris. Hal ini untuk melihat bagaimana arah tulisan mereka, apakah menaik, menurun atau lurus.

MENAIK/MENURUN
Jika menaik maka menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang positif, entusias dan berkeinginan kuat. Sedangkan jika menurun, menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang pesimis.

BERGELOMBANG
Terkadang, Anda mungkin pernah melihat bahwa gaya penulisan seseorang terkadang menaik terkadang menurun. Hal ini menunjukkan bahwa mood orang tersebut gampang berubah. Tetapi memiliki sedikit gelombang pada awal penulisan sudah biasa, dan menunjukkan emosi yang seimbang.

LURUS
Seseorang yang menulis lurus menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki tingkat kontrol diri yang tinggi, dapat diandalkan dan tingkat emosional yang terjaga.

HURUF KAPITAL

Hubungan dan ukuran huruf kapital dengan huruf tidak kapital sesudahnya menggambarkan tingkat percaya diri yang dimiliki seseorang.

HURUF KAPITAL DENGAN UKURAN YANG BERBEDA JAUH DENGAN HURUF KECIL
Menunjukkan bahwa orang tersebut adalah orang dengan kepercayaan diri yang tinggi, semakin berbeda ukurannya maka semakin tinggi tingkat kepercayaan diri yang dimilikinya. Bahkan dalam beberapa kasus, tingkat kepercayaan diri tersebut dapat dikatakan angkuh.

HURUF KAPITAL YANG BERUKURAN SAMA DENGAN HURUF KECIL
Menunjukkan orang tersebut adalah orang jujur dan rendah hati dengan tingkat kepercayaan diri yang biasa saja, tetapi jika dibandingkan dengan orang lain dapat terlihat lebih ke arah pemalu.

LINGKARAN

Lihat lingkaran yang terdapat pada saat seseorang menulis huruf L dan E, ini menunjukkan bagaimana mereka mengekspresikan diri mereka.

LINGKARAN DI HURUF L KECIL
Orang yang memiliki gaya penulisan ini suka mengekang diri mereka sendiri dalam mengekspresikan diri mereka. Hal ini menandakan bahwa mereka suka melihat dan menilai situasi sebelum mengekspresikan diri mereka.

LINGKARAN DI HURUF L BESAR
Merupakan orang yang spontan dan santai, terlihat mudah dalam mengekspresikan diri mereka sendiri.

LINGKARAN DI HURUF E KECIL
Biasanya orang dengan lingkaran kecil pada huruf e akan lebih curigaan dan tidak dapat dipengaruhi dalam argumen yang terkait atau berdasar pada emosi.

LINGKARAN DI HURUF E BESAR
Hal ini menandakan mereka sangatlah terbuka dan suka menikmati hal-hal baru dalam hidup mereka.

GAYA PENULISAN HURUF S

Bagaimana seseoran menulis huruf s dapat memberikan pengetahuan yang berbeda-beda atas kepribadian seseorang.

TERLIHAT BULAT
Ini menunjukkan orang tersebut suka menghindari konflik, suka berkompromi dan berusaha menyenangi orang-orang di sekitarnya.

TAJAM KE ATAS
Intelektual dan senang mempelajari hal-hal yang baru. Semakin tinggi dan tajam huruf s yang dimiliki, maka semakin menunjukkan seberapa ambisius orang tersebut.

MEMILIKI LINGKARAN YANG TERLIHAT JELAS DI BAWAH
Orang yang huruf S-nya memiliki lingkaran yang terlihat jelas di bawah menunjukkan orang tersebut jarang mengikuti keinginan mereka sendiri, dimana mereka bertindak karena situasi yang dihadapi.

Grafologi

Setiap tulisan yang di buat oleh seseorang mencerminkan kepribadian orang tersebut. Teknik untuk mengetahui kepribadian seseorang melalui tulisan tangannya dikenal dengan istilah Grafologi.

Grafologi adalah ilmu yang mempelajari karakter seseorang dengan cara menganalisa tulisan tangannya, buku pertama tentang grafologi ditulis oleh Camillo Baldi, seorang dokter asal Itali pada tahun 1622.

Tahun 1872, Jean Michon menerbitkan bukunya yang menjadi buku pokok grafologi pada saat itu. Tak lama kemudian, universitas-universitas di Eropa mulai memberi gelar Ph.D. atau Master di bidang ini.

Ada dua metode untuk menilai karakter dan kepribadian lewat ilmu ini, yaitu teknik Jerman dan teknik Perancis. Metode Jerman dengan cara melihat secara keseluruhan tulisan seseorang. Sedangkan pada teknik Perancis cenderung menganalisa per huruf lalu digabungkan. Seorang pemula biasanya mempelajari teknik Perancis terlebih dahulu. Menurut riset, keakuratan analisa grafologi mencapai 80-90%.

Beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang :

Arah kemiringan huruf

  1. Ke kanan = ekspresif, emosional
  2. Tegak = menahan diri, emosi sedang
  3. Ke kiri = menutup diri
  4. Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten
  5. Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya.

Bentuk umum huruf-huruf

  1. Bulat atau melingkar = alami, easygoing
  2. Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat
  3. Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman
  4. Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar.

Huruf-huruf bersambung atau tidak

  1. Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak
  2. Sebagian bersambung sebagian lepas = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial).
  3. Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama.

Spasi antar kata

  1. Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk?)
  2. Rapat/Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak.

Jarak vertikal antar baris tulisan

  1. Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial
  2. Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya = boros, suka bicara
  3.  Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ = organisator yang baik.

Interpretasi huruf ‘t’

Letak palang (-) pada kail ‘t’

  1. Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya
  2. Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab
  3. Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin

    Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.

Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’

  1. Rendah = setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya

(kurang percaya diri atau pemalas)

  1. Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan
  2. Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan.

Arah tulisan pada kertas

  1. Naik/menanjak = energik, optimis, tegas
  2. Tetap/lurus = perfeksionis, sulit bergaul
  3. Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri

Tekanan saat menulis

Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya.

Ukuran huruf

Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.

Sedikit tentang huruf “O”

  1. Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”
  2. Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan.

graphology training guide – how graphology experts analyse handwriting

Graphology – the study of handwriting and handwriting analysis – is now an accepted and increasingly used technique for assessment of people in organizations. Handwriting analysis is an effective and reliable indicator of personality and behaviour, and so is a useful tool for many organizational processes, for example: recruitment, interviewing and selection, team-building, counselling, and career-planning.

This is a free introductory guide to graphology, and a free handwriting analysis tool pdf download, with examples of techniques that graphologists and handwriting analysis experts use to analyse a person’s personality from a sample of handwriting.

This free article is contributed by Elaine Quigley BA Hons., MBIG Dip, a leading expert graphologist, and chair of the British Institute of Graphologists.

Elaine describes graphology is ‘brainwriting’ – the handwriting comes directly from the writer in a uniquely personal and individual way, irrespective of how the person has been taught to write: an expert graphologist understands the styles of the different countries and languages and makes allowances for ‘taught’ influences. Also largely irrelevant to the actual analysis is the content of the written text.

The science of graphology uses at least 300 different handwriting features in its investigative approach. The graphologist’s interpretation skill is in the psychological art of understanding the particular blend of handwriting features – an expert is able to see the writer ‘step off the page’.

graphology theory and history

A person’s handwriting – the script – and its placing on the page express the unique impulses of the individual: logically, the brain sends signals along the muscles to the writing implement they control. By examining a handwriting sample, an expert graphologist is able to identify relevant features of the handwritten script, and the way the features interact. The features, and interaction between them, provide the information for the analysis. (No single handwriting sample will exhibit all 300 different features of course – a typical analysis will involve far less).

No single handwriting feature proves anything specific or absolute by itself; a single feature alone can only identify a trend. It is the combination of features, and the interaction between them that enable a full and clear interpretation.

Graphology is actually a very old and respected science – the study of handwriting and its analysis was first developed by the Chinese 3,000 years ago. The Romans used graphology, and through the centuries since then various civilisations and cultures have analysed handwriting to identify the essence of the person who produced it.

The modern approach to handwriting analysis was established by a group of French clerics, led by Abbe Michon, who defined key aspects of the science in the 1870s, after 30 years of study. This work formed the basis of modern graphology, although the science is still being researched and expanded today.

Professional graphologists operate to a strict code of ethics, and these experts are constantly in demand; those who use it recognise its value in the workplace as an additional method of understanding character. It is therefore an extremely useful tool in identifying the quality and capacity of an individual’s talents and potential, particularly in career guidance and improving relationships. Like other powerful behavioural or intuitive models, it is not easy to explain how and why graphology works, nevertheless it continues to be used, respected and appreciated by many because it achieves a high level of results.

graphology – an introductory guide to handwriting features

As previously stated there are around 300 features – this introductory article attempts to explain some of the basic ones that can be readily understood and which give interesting information.

slant

Right slant indicates a response to communication, but not how it takes place. For example, the writer may wish to be friendly, manipulative, responsive, intrusive, to sell, to control, to be loving, supportive, just to name some possibilities.

If the handwriting is generally upright, this indicates independence.

A left slant tendency shows emotion and reserve. This writer needs to be true to self first and foremost and can be resentful if others try to push for more commitment from them.

size

Handwriting is made up of three zones – or cases – middle, upper and lower. A basic average measure – or benchmark – by which size can be judged is 3mm per zone. This gives a benchmark for a non-remarkable full height of 9mm. More than this is large; less than this is small.

Large size handwriting can mean extravert and outgoing, or it can mean that the writer puts on an act of confidence, although this behaviour might not be exhibited to strangers.

Small size can, logically, mean the opposite. Small size handwriting can also indicate a thinker and an academic, depending upon other features in the script.

If the writing is small and delicate, the writer is unlikely to be a good communicator with anyone other than those on their own particular wavelength. These people do not generally find it easy to break new ground socially.

pressure

Heavy pressure indicates commitment and taking things seriously, but if the pressure is excessively heavy, that writer gets very uptight at times and can react quickly to what they might see as criticism, even though none may have been intended. These writers react first and ask questions afterwards.

Light pressure shows sensitivity to atmosphere and empathy to people, but can also, if the pressure is uneven, show lack of vitality.

upper zone or case (as in l, t, h, etc)

Tall upper strokes are reaching towards goals and ambitions or, if they are very extended, there may be unrealistic expectations of what the person feels they must achieve.

If there are reasonably proportioned upper zone loops, this indicates someone who likes to think things through and use their imagination in a sensible way. Wider upper zone loops indicate more of a tendency to dream up ideas and mull them over.

If the up-stroke goes up and then returns on top of itself, the writer may be squeezing out imagination and keeping to the basic requirement of getting down to the job in hand.

lower zone (as in g, y, p, etc)

Lower loops are also varied and have different meanings.

For example a straight stroke shows impatience to get the job done.

A ‘cradle’ lower stroke suggests an avoidance of aggression and confrontation.

A full loop with heavy pressure indicates energy/money-making/sensuality possibilities, subject to correlation with other features.

A full lower loop with light pressure indicates a need or wish for security.

If there are many and varied shapes in the lower zone, the writer may feel unsettled and unfocused emotionally. Again the handwriting analyst would look for this to be indicated by other features in the script.

word spacing

The benchmark by which to judge wide or narrow spacing between words is the width of one letter of the person’s handwriting.

Wide spaces between words are saying – ‘give me breathing space’.

Narrow spaces between words indicate a wish to be with others, but such writers may also crowd people and be intrusive, notably if the writing lacks finesse.

line spacing

Handwriting samples are always best on unlined paper, and particularly for exhibiting line-spacing features.

Wide-spaced lines of handwriting show a wish to stand back and take a long view.

Closely spaced lines indicates that that the writer operates close to the action. For writers who do this and who have writing that is rather loose in structure, the discipline of having to keep cool under pressure brings out the best in them.

page margins

The sides of the page each have a meaning.

The left side margin shows the roots and beginnings/family.

The right side shows other people and the future.

The top is goals and ambitions.

The foot of the page shows energy, instincts and practicality.

Therefore margins are very informative.

If the writer has a wide left margin, the interest is in moving on. If it is narrow, caution and wanting to avoid being pushed before they are ready is indicated.

Narrow right margin shows impatience and eagerness to get out there and on with things.

Wide right margin shows that there may be some fear of the unknown.

middle zone or case (as in a, c, e, etc)

These middle zone shapes can give some particularly interesting information.

The middle zone in the script represents the ego – from it we get a lot of information as to how the writer feels and acts in public settings – what makes them tick socially and at work.

Some people’s handwriting consists of only one single style, but many people will have a mixture of two handwriting styles or more.

Again this provides useful information.

All of these features have potentially positive and negative connotations; the analyst uses the flow and facility (ease, smoothness) of the script to infer a positive or negative interpretation.

arcade

This means that the middle zone of the writing is humped and rounded at the top like a series of arches. It is in the basic style of copy-book, though it is not taught in all schools. Writers who use this can be loyal, protective, independent, trustworthy and methodical, but negatively they can be secretive, stubborn and hypocritical when they choose. The most important characteristic is group solidarity against outsiders.

garland

Garland is like an inverted ‘arcade’ and is a people-orientated script. These writers make their m’s, n’s and h’s in the opposite way to the arcade writer, like cups, or troughs, into which people can pour their troubles or just give information. The Garland writer enjoys being helpful and likes to be involved.

angle

Angled middle zone is the analytical style, the sharp points, rather than curves, give the impression of probing. The angle writer, is better employing talents at work and for business or project purposes, rather than nurturing, which is the strength of the garland writer.

As with any indicators of personality style, the interpretation doesn’t mean that each writer needs to be categorised and prevented or dissuaded from spreading their talents and interests, but the analysis can helpfully show where the person’s strengths can be best employed.

thread

Thread handwriting is like unravelled wool, waiting to be made up into something fresh. These writers are mentally alert and adaptable, but can also be elusive and lack patience. They are responders, rather than initiators. They can be very clever at drawing together strands of information and making something of them. Therefore they observe and bide their time, so that decisions are made at the most appropriate moment.

wavyline

Wavyline handwriting is often an amalgam of all or most of the other forms and is usually written by people who are mentally mature and skilful. It shows that they can call on a variety of responses, to suit the occasion and indicates good coping mechanisms. They are adaptable and resourceful.

These features and interpretations provide a small but useful guide as to the way people behave, and particularly how they handle their social requirements. Check your own handwriting against these pointers to see what you can learn or confirm about yourself, and see also how effective even just a few simple graphology techniques can be in revealing personality style.

Understanding the personality through handwriting is a valuable way of making the best of both personal awareness and interpersonal situations for the benefit of all concerned.

The aim in using graphology to analyse a person’s handwriting must always be positive. The interpretation should enable people analysed to use the understanding gained, to help them live their lives to the highest level of satisfaction that they choose. In a professional or organizational context, graphology can play an important part in enabling working relationships to be forged that will enhance the quality of the group or team performance.

As a child you were taught to write, but it’s not likely that you still write in the way you were taught. The fact that you don’t helps to explain the reason graphology exists and why graphology can be used to interpret personality.

Lebih lanjut anda dapat membaca dari buku-buku graphology yang ditulis oleh para ahli

salah satunya yang cukup lengkap seperti yang saya baca : HAND WRITING ANALYSIS -The Complete Basic Book – by Karen Kristin Amend dan Mary Stansbury Ruiz

dan berbagai macam buku graphology lainnya, setelah basic anda dapat mempelajari graphology untuk expert ^_^

Dari: http://factinformationtruth.blogspot.com/2013/06/12-kepribadian-berdasarkan-tulisan.html

12. Kepribadian Berdasarkan Tulisan Tangan ( Graphology )